Home / Uncategorized / Salinan Translasi Surat Paduka Sri Sultan Ahmadsyah kepada Gubernur Jenderal Joan Maetsuycker pada 1667 Masehi – Lyb-Arya-n Pusthaka

Salinan Translasi Surat Paduka Sri Sultan Ahmadsyah kepada Gubernur Jenderal Joan Maetsuycker pada 1667 Masehi – Lyb-Arya-n Pusthaka

DITULlS dengan rasa kasih dari lubuk hati yang suci dan bersih, Paduka Sri Sultan Ahmadsyah tunas langsung dari raja Iskandar Zulkarnain, yang di dibawah naungan tuhan di langit dibesarkan di dunia ini, yang telah memberikan rahmat kepada sultan Iskandar Zulkanain dan membekalinya dengan tiga mahkota dan sebuah tongkat, yang telah membagi-bagikan dan menyerahkan kepada tiga orang putranya yaitu raja ru(hu)m, Raja Cina, dan Raja Minangkabau, yakni sultan yang alat tenunnya sejak dari asal-mula kerajaannya hingga dewasa ini tidak henti-hentinya sepanjang tahun bekerja dengan sendirinya, Sultan yang oleh Tuhan sendiri dianugerahi cadar dan pedang yang gagangnya dari saga (lidi daun enau), ya, Sultan yang sungainya adalah enam urai, ya, Sultan yang tambang emasnya tidak terhitung banyaknya, ya, Sultan yang gunung-gunungnya menyemburkan api sepanjang masa dengan tanah kuning yang disebut “sri mongery” ya, Sultan yang gunung -gunungnya dari besi dan di bawahnya bertelaga air jenih, yang dengan kehendak tuhan di langit telah mendatangknn kepadanya Gubernur Jenderal Joan Maetsuycker dan orang-orang besar di Batavia, yang mengasihinya dan yang bersedia mengembalikan kepunyaannya seluruh kerajaan orang besar, ternama, tidak terkalahkan dalam perang dan di medan pertempuran adil dan jujur menjalankan hukum yang mengasihi rakyat kami yang sedang dalam perjalanan dilautan besar yang menjadikan namanya harum, terkenal dan. baik pada raja-raja di atas dan di bawah angin, juga pada kami hingga selalu mendapat pujian dari mereka yang datang untuk berunding maupun untuk berniaga ke Batavia.

Selanjutnya maka dipermaklumkan kepada Gubenur Jendral, bahwa kami, Sri Sultan Ahmad Syah, telah mengutus orang kaya Paduka Sri Maharaja Lela dengan orang kaya Paduka Raja, rakyat yang oleh kami, Sri Sultan Ahmad Syah, sangat·cintai dan bila Gubenur Jenderal Joan Maetsuycker dan orang-orang besar di Batavia mengetahui (untuk apa dan sebagai apa mereka kami utus) segala sesuatunya yang telah diputusknn oIeh Gubernur Jenderal Joan Maetsuycker dan orang-orang besar di Batavia dengan rakyat kami, orang kaya Paduko Sri Maharaja Lela dan orang kaya Paduka Raja akan kami terima baik sebagai nikmat.

Seianjutnya apabila di antara rakyat Sri Sultan Ahmad Syah ada yang tidak menyetujui keputusan bersama antara orang kaya Paduka Sri Maharaja lela dan orang kaya Paduka Raja dengan Gubernur Jenderal Joan Maetsuycker serta sekalian orang-orang besar di Batavia, kami akan mengambil tindakan terhadap mereka dengan disertai harapan sudi kiranya Gubernur Jenderal Joan Maetsuycker dan sekalian orang besar di Batavia dalam hal ini mendampingi kami untuk menyelesaikannya.

Sri Sultan Ahmad Syah tidak mempunyai apa-apa untuk dipersembahkan kepada Gubernur Jenderal Joan Maetsuycker selain seekor kuda dengan 8 baIzar (1 balzar = 200 liter) dengan harapan sudi kiranya menerimanya sebagai tanda hati suci.

Selanjutnya diberitakan dengan ini bahwa ada beberapa barang kepunyaan rakyat Sri Sultan Ahmad Syah yang disita oleh orang belanda dari dua orang di kapal yang datang dari “Mapelele(?) maka dengan ini Sri Sultan Ahmad Syah memajukan permohonan sudilah kiranya Gubernur Jenderal Joan Maetsuycker menyuruh kembalikan(barang tersebut).

Selanjutnya dengan ini kami menempatkan di bawah perlindungan Gubernur anak-anak dan cucu kami Sultan Muhammad Syah, Raja Muzaffar Syah dan Raja Sulaiman dari lndrapura terhadap yang berniat jahat kepada mereka karena tiap-tiap penderitaan diIakukan terhadap rnereka adalah penderitaan yang dilakukan terhadap diri kami sendiri dan untuk itulah karni menyarnpaikan permohonan kepada Gubernur Jenderal guna memperoleh bantuannya.

Sumber:

  1. Lampiran oleh M.D. Mansoer (hal 114-116) dan Geofrey Hodgson (hal 122-123) (Dari “‘Daghreigister”, 1667, halaman 297 dst). Dalam Amrin Imran, Dkk. 2001. Menelusuri sejarah Minangkabau. Yayasan Citra Budaya Indonesia dan LKAAM Sumatera Barat
  2. Dagh-register gehouden int Casteel Batavia vant passerende daer ter plaetse als over geheel Nederlandts-India Anno 1666-1667. Publikasi Cetak 1895, Publikasi Digital 2013. 19-26 Maret 1667 Masehi Pada Halaman 276-280.
  3. Diterbitkan di Note FB pada 28 Juni 2015 Masehi.

Source link

About minangheritage

Minangkabau Heritage adalah sebuah gerakan konservasi Warisan Budaya Minangkabau yang berangkat dari kesadaran akan perlunya portal open data dengan sumber terbuka yang bertemakan Kebudayaan Minangkabau. Proyek ini diselenggarakan secara gotong royong baik dari sisi teknis, penyuntingan naskah dan pelbagai kegiatan lainnya. Saat ini ada 3 Sub Tema besar yang sedang dikerjakan yaitu : Sejarah Minangkabau, Budaya Minangkabau, Warisan Minangkabau. Ingin berpartisipasi ? Silahkan kirim file, naskah, dokumen anda melalui menu yang tersedia atau kiri email beserta lampiranya ke [email protected]

Check Also

Interaksi, Pasar dan Perahu Masyarakat Minang Kota Padang dengan VoC pada abad 17-18 Masehi – Lyb-Arya-n Pusthaka

Cukup banyak buku yang menuliskan bahwa Kota Padang (Nagari) dimasa lalu merupakan salah satu kota …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *