Home / Uncategorized / Interaksi, Pasar dan Perahu Masyarakat Minang Kota Padang dengan VoC pada abad 17-18 Masehi – Lyb-Arya-n Pusthaka

Interaksi, Pasar dan Perahu Masyarakat Minang Kota Padang dengan VoC pada abad 17-18 Masehi – Lyb-Arya-n Pusthaka

Cukup banyak buku yang menuliskan bahwa Kota Padang (Nagari) dimasa lalu merupakan salah satu kota metropolitan kolonial. Namun tidak banyak yang menceritakan bagaimana awal mula kondisi lingkungannya. informasi-informasi yang berkaitan dengan kondisi lingkungan awal ini memang terkategori terbatas, karena Padang di masa lalu adalah rantau dari Rijk Minangkabau yang digunakan “(pinjam)” oleh Vereenigde Oostindische Compagnie (VoC). Belakangan informasi tersebut dapat ditemukan pada buku Het Painansch Contract yang ditulis oleh Willem Johan Adriaan De Leueuw bertulis latin berbahasa belanda pada tahun 1926 serta Oendang Oendang Adat Limbago oleh Sutan Gagar Alam bertulis Arab dan Berbahasa Minang pada tahun 1856. Padang yang merupakan salah satu wilayah strategis pada abad 17 juga tergambarkan dalam peta yang berjudul Padang, the chief settlement of the dutch company on the west coast of Sumatra oleh Thomas Hermer dan Charles Christie yang diterbitkan pada tahun 1782 Masehi

Padang 1600-1700 Masehi (di Akses Pada 28 Februari 2021)

Pada caption peta di atas dapat terlihat kondisi lingkungan area Muara Kota Padang, area tersebut telah di isi oleh fasilitas VoC serta sarana pendukungnya. bila diperhatikan lebih detail (panah merah), konsentrasi aktivitas masyarakat lokal terdapat ke arah pedalaman. Menghulu aliran Padang River yang secara lokal dikenal dengan Batang Arau. pada gambar peta secara spesifik sudah terdapat Bazar or Market (Pasar) yang dikenal dengan Pasar Mudik. dapat ditemui juga Hutts of Carpenter (Pondok dari Tukang Kayu) yang merupakan area Ganting dan sekitarnya. Serta keterangan Place where they build Proas (lokasi “mereka” membangun Proas) yang berada disekitar Parak Gadang saat sekarang.

Berdasarkan informasi yang ada pada caption peta, dengan tersedianya pasar, dapat dipahami telah ada transaksi kebutuhan produk yang diperjual belikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar. Padang dalam buku buku sejarah, dikenal sebagai daerah yang memasok hasil pertanian berupa cabe, emas, cengkeh, kayu manis dan lainnya. Pada caption peta juga dapat diperhatikan denah tapak (Plaatgrond) pasar terlihat sudah tertata dengan baik, membujur dari timur ke barat. dari hal ini dapat diketahui sudah ada sistimatika penataan kawasan pasar pada masa itu. tentu hal itu tidak terlepas dengan pengetahuan tata ruang yang ada pada zamannya, hal demikian perlu didalami lebih lanjut.

Posisi Pondok dari Tukang Kayu yang berdekatan dengan keterangan lokasi “mereka” membangun Proas. Pembuat peta memberikan informasi, “mereka” yang diartikan sebagai masyarakat lokal atau setempat telah memiliki kemampuan dalam membuat Proas. Proas merujuk kepada Proa yang berdasarkan kepada Kamus Merriam-Webster memiliki arti any of various Indonesian boats usually without a deck that are propelled especially by sails or paddles, atau bentuk variasi kapal yang biasanya digunakan untuk berlayar dengan layar atau dayung tanpa dilengkapi dengan dek kapal, dimana dalam hal ini salah satu variannya di Indonesia disebut dengan Perahu. Dari kamus Merriam-Webster juga menginformasikan bahwa penyebutan jenis kapal-perahu ini sudah ada sejak tahun 1582 Masehi. Pembuatan perahu tentu tidak terlepas dari kemampuan mengarungi lautan yang terhubung juga tentang pengetahuan navigasi laut, hal ini perlu untuk didalami lebih lanjut. Saat sekarang, secara umum bentuk perahu setempat dapat dilihat seperti perahu perahu yang ada di pariaman, lihat gambar dibawah;

Ilustrasi Perahu Bercadik di Pariaman

Di Pariaman, biasanya perahu tersebut dilengkapi dengan “cadiak” yang berfungsi sebagai penyeimbang lambung perahu ketika mengarungi lautan. perlu ada pendalaman mengenai kapal jenis perahu ini khususnya untuk di kota padang, karena berdasarkan informasi pada data primer peta disebutkan bahwa ada lokasi pembuatan kapal di masa lalu pada bagian hulu sungai Batang Arau.


Source link

About minangheritage

Minangkabau Heritage adalah sebuah gerakan konservasi Warisan Budaya Minangkabau yang berangkat dari kesadaran akan perlunya portal open data dengan sumber terbuka yang bertemakan Kebudayaan Minangkabau. Proyek ini diselenggarakan secara gotong royong baik dari sisi teknis, penyuntingan naskah dan pelbagai kegiatan lainnya. Saat ini ada 3 Sub Tema besar yang sedang dikerjakan yaitu : Sejarah Minangkabau, Budaya Minangkabau, Warisan Minangkabau. Ingin berpartisipasi ? Silahkan kirim file, naskah, dokumen anda melalui menu yang tersedia atau kiri email beserta lampiranya ke [email protected]

Check Also

Bunga, Kumbang dan Tunas.

Bungaku, Kumbangku, Tunasku ☺️ Bukan ayah tidak menyayangi kalian, Sungguh dalam hati ayah, ingin memeluk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *