Home / Naskah Lokal / Watikah Yang Dipertuan Sati Pagaruyung Untuk Sultan Palembang (Pusaka Alam Kerinci)

Watikah Yang Dipertuan Sati Pagaruyung Untuk Sultan Palembang (Pusaka Alam Kerinci)

Watikah Yang Dipertuan Sati Pagaruyung Untuk Sultan Palembang (Pusaka Alam Kerinci)

Naskah sesuai judul di atas, saya temukan dalam laporan penelitian Dr. voorhoeve selama bulan April dan Juli Tahun 1941 dalam buku “Tambo Kerintji”. Naskah terdiri dari 35 baris, menggunakan huruf jawy disertai satu buah cap pada bagian atas yang kabur dan tidak dapat dibaca lagi. Naskah dengan nomor kode TK-112//83 ini menambah daftar naskah-naskah surat diplomatik yang dikeluarkan oleh penguasa Minangkabau selama kurun waktu 1600 – 1850 (Bibliografi Tambo Pagaruyung minangkabau.org nomor a.15). Foto dari fisik naskah berasal dari kertas kerja Dr. Voorhoeve sewaktu membuka naskah ini di Sungai Penuh, berada dalam file Nomor 45 gambar b halaman 43. Naskah “Tambo Pagaruyung” ini sekarang disimpan sebagai pusaka oleh Datuk Dementi Depati Gayo dari Mendapo Depati Tujuh Alam Kerinci.

(1) Do’a – do’a

(2) (Pujian bahasa ‘arab, sudah koyak sebagian) Segala puji2an

(3) bagi Allah Tuhan kita yang empunya kurnia yang menujukan kita jalan yang betul dan yang empunya ‘aras

(4) dan kursi dan yang empunya janji pahala dan rahmat Allah dan salam Allah atas nabi penghulu

(5) Bermula akan raja2 di dalam dunia kasanaku(?)adapun pada masa itu, maka nabi Musa kalam

(6) Allah berkatalah dengan Allah ta’ala. Maka sembah nabi Musa kepada Allah ta’ala: Khala Rabbi ‘arinii ‘anzur ‘ilaika (Surah 7: 139)

(7) ya Tuhanku perlihatkan rupamu kepadaku supaya aku menilik kepadamu. Maka firman Allah ta’ala (melihat)

(8) hai Musa, jikalau hendak melihat kepadaku berjalanlah engkau kepada bukit Tur Sina, maka berjalanlah nabi Musa

(9) pada Tur Sina, maka dijadikan Allah ta’ala bukit itu gelap gulita. Maka firman Allah kepada Musa

(10) tiada engkau akan melihat aku/ Sultan ibn Sultan, Sultan ibn Sultan, Syah ibn Sultan ibn ‘Ali

(11) adabena (?) Syah, Sultan Ahmad Persiyah Sultan wafi……………….al………wakaramat. al…….fil ‘amkan

(12) …………………nizam ibn sultan al-furkan wahuwa Muhammad sahib al-‘adiyan telah………………….segala tandanya burhan

(13) beberapa kenyataan dari nabi akhir zaman yaitu tuan junjunganku yang amat muliya pada segala alam…………

(14) dan pangkat sekalian raja dan makota segala alam dan toladan (?) segala………………..

(15) dar aldunia………maka telah bertiup angin daripada surga jannat al-firdaus dan kayu Tuba di dalam surga

(16) ber-dengung2 bunyinya terlebih daripada serunai dan terlebih harum daripada ‘ambar dan kasturi dan terlebih

(17) manis daripada madu dan………………..peminuman yang terlebih………sebab ialah sultan yang

(18) menaruhkan makota jadi sendirinya dikurniakan Allah ialah sultan yang menaruhkan…………………

(19) setahun bertatahkan ranta mutu manikam dikurniakan Allah. ialah sultan yang menaruhkan

(20) curik simandang giri rataknya seratus sembilan puluh nan pemunuh sikatimuno jadi sendirinya

(21) dikurniakan Allah ialah sultan yang menaruhkan pohon tataran nago jadi sendirinya dikurniakan Allah ialah

(22) sultan yang menaruhkan kayu kamat yang dibahagi tiga dan raja Rum dan raja Cina jadi sendirinya

(23) dikurniakan Allah ta’ala ialah yang menaruhkan tumbak bertatarankan sagar jadi sendirinya dikurniakan Allah ialah

(24) sultan yang menaruh kursi singasana cerana gadang jadi sendirinya dikurniakan Allah ialah Sultan

(25) yang menaruh emas jatah jati patah diliuk pandukungnya ialah sultan yang menaruh emas

(26) menteri jadi sendirinya ialah sultan yang menaruh gunung surga tempat segala aulia Allah jadi

(27) sendirinya ialah sultan yang menaruhkan gunung berapi bertatahkan cempaka biru2 berbunga

(28) kan bunga seri manjari jadi sendirinya ialah sultan yang menaruh kuda samburani jadi

(29) sendirinya ialah sultan yang menaruh buluh perindu itulah tempat segala burung liar

(30) mati sendirinya sikurniakan Allah ta’ala. Amma ba’du, kemudian daripada itu setamat yang ta’zim dan takrim serta

(31) tahkim dan taslim dan suka hati dan putih hati daripada nenda yang dipertuan tembo (?) pesa (?)

(32) jangan diperbula-bula apabila diperbula2 dimakan bisa kawi daripada berkat daulat yang dipertuan

(33) dan barang ma’lum kiranya cucunda akan hal nenda sudah mengurniakan kebesaran nenda telah sudah kami

(34) sukakan kepada cucu kami sultan Palembang barang ditinggikan Allah kiranya ‘amalnya dan imannya

(35) min dar al dunia ila dar al-akhirat amin summa amin.

About minangheritage

Minangkabau Heritage adalah sebuah gerakan konservasi Warisan Budaya Minangkabau yang berangkat dari kesadaran akan perlunya portal open data dengan sumber terbuka yang bertemakan Kebudayaan Minangkabau. Proyek ini diselenggarakan secara gotong royong baik dari sisi teknis, penyuntingan naskah dan pelbagai kegiatan lainnya. Saat ini ada 3 Sub Tema besar yang sedang dikerjakan yaitu : Sejarah Minangkabau, Budaya Minangkabau, Warisan Minangkabau. Ingin berpartisipasi ? Silahkan kirim file, naskah, dokumen anda melalui menu yang tersedia atau kiri email beserta lampiranya ke [email protected]

Check Also

Brunai Darussalam

TRANSCRIPTION AND TRANSLATION OF A HISTORIC TABLET Engraved on stone, in the Malay character, by …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *